0

Tentang Aqiqah

Tanggal 4 September 2011 lalu tepat 40 hari anak kami Luthfi menghirup segarnya udara dunia. Dihari itu kami sekeluarga bersama handai taulan mengadakan tasyakuran dalam rangka aqiqah Luthfi dengan memotong 2 ekor kambing.Mungkin diantara kita masih ada yang belum mengerti tentang makna aqiqah, oleh karena itu saya mau remind supaya lebih ingat lagi.

Makna Aqiqah

”Setiap anak itu tergadai dengan aqiqah (sebagai penebusnya) yang disembelih pada hari ketujuh sekaligus dinamai dan dicukur rambutnya pada waktu itu”. (HR. At-Tirmizi dan Hakim)

menurut bahasa aqiqah berarti memutus/memotong sedangkan menurut istilah syar’i sesuai dengan hadits diatas berarti menyembelih kambing untuk anak yang baru lahir di hari ke 7 dari kelahirannya.

Hukum Aqiqah

soal hukum, ternyata ulama-ulama fiqih masih belum sefaham soal hukum aqiqah, ada yang bilang wajib, sunnah muakkadah dan bahkan ada yang menolak aqiqah ini disyariatkan. kalau saya dan mungkin umat islam di indonesia yang mayoritas mengikuti pendapat imam syafi’i berkeyakinan bahwa aqiqah sunnah muakkadah jadi sangat dianjurkan untuk dilakukan.

Waktu Pelaksanaan Aqiqah

Imam Malik berkata: “Pada zhohirnya bahwa keterikatan pada hari ke 7 atas dasar anjuran, andaikan pada hari tiu belum bisa dilakukan maka sekiranya menyembelih pada hari ke 4 ke 8 ke 10 atau setelahnya aqiqah itu telah cukup. karena prinsip ajaran islam adalah memudahkan bukan menyulitkan sebagaimana firman Allah: “Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”.

Jadiii aqiqah pada dasarnya kapan saja boleh dilakukan namun diutamakan pada hari ke 7 kelahirannya.

Memberi Nama dan Mencukur Rambut

Sebaiknya berikanlah nama terbaik kepada anak yang telah lahir tersebut karena nama adalah doa orangtua kepada anaknya. soal nama sudah banyak literatur yang memberikan alternatif nama-nama islami yang perlu diketahui adalah Allah menyukai nama-nama seperti Abdullah, Abdul Rahman (yang menyatakan kehambaan kepada Allah), nama malaikat, nama nabi atau nama baik lainnya. sedangkan mencukur rambut, ini dilakukan atas dasar perintah Rasulullah kepada Fatimah putrinya: “Timbanglah rambut Husain dan bersedekahlah dengan berat rambut tersebut dengan perak dan berikanlah kaki aqiqah satu suku bangsa”. (HR Baihaqi dari Ali RA)

Sementara demikian dulu informasi dari saya tentang aqiqah. moga bermanfaat

 

0

Home Sweet Home

Sudah beberapa hari ini rumah babeh dimana selama ini kami bernaung (pondok orangtua indah) di perbaiki atap rumahnya. Selain karena umurnya yang sudah cukup lama, hampir sama dengan umur saya yg hampir 30 tahun, beberapa bagian dari atap rumah memang sudah terlihat lapuk termakan usia tambah lagi banyak juga bagian-bagian yang bocor. Yaah imbasnya selalu olahraga ngepel lantai apabila hujan turun.

Karena hal itupula sudah dua hari ini Ayah terpisah oleh Buli, Liana dan Lufi. Ayah tetap dirumah sambil mengawasi pekerja/tukang sedangkan buli dan anak-anak dirumah Babo (kakek liana) di Manggarai sana.

Rasa rindu ingin bertemu sudah memuncak serasa berharap semoga proses renovasi ini cepat selesai sehingga semua bisa berkumpul kembali. Yaaa Home Sweet Home.

1

Cara Menggendong Bayi yang Benar

Untuk Anda yang baru menyandang predikat baru sebagai ayah dan bunda sudah tentu masih agak takut untuk menggendong bayi Anda. Berikut tips cara menggendong bayi yang benar yang saya petik dari bidanku.com:

Mendekatlah Pada si Bayi

Untuk mengangkat bayi, pertama-tama mendekatlah pada si bayi, lalu selipkan satu tangan kita di bagian leher dan kepala untuk menyangganya. Lalu letakan tangan yang satu untuk menopang punggung dan pantatnya.

Letakan Bayi di Lipatan Siku

Saat menggendong, letakan/rebahkan kepala bayi dilipatan siku kita lalu sangga pantatnya dengan telapak tangan. Sekarang bayi bisa kita angkat dengan aman. Ingat lakukan selalu dengan gerakan perlahan. Jangan lupa untuk memegangnya erat-erat, lalu perlahan dekatkan bayi ke arah dada kita. Saat mengangkat bayi dari tempat tidurnya, posisi kepala sejajar dengan bagian tubuh lainnya sedangkan jika sudah dalam gendongan maka posisi kepala bayi harus selalu lebih tinggi dari bagian tubuh lainnya.

Dekat Bayi Pada Dada Kita

Dengan mendekatkan bayi pada dada kita, maka bayi akan merasa senang karena bisa mendengarkan suar detak jantung kita.

Meletakan Bayi

Untuk meletakan bayi di ranjangnya, turunkan tubuhnya dulu hingga menyentuh kasur. Selama itu sangga terus kepalanya, baru setelah tubuh bayi benar-benar aman di atas kasur, tarik tangan kita dari kepalanya dengan perlahan.

Selanjutnya berbekal keyakinan dan naluri Anda sebagai seorang Ayah dan Bunda proses ini akan semakin lebih mudah. So, Selamat mencoba.

1

Olahraga bagi Anak yang dianjurkan Rasulullah

1. Ajarkan putera-puteramu berenang dan memanah. (HR. Ath-Thahawi).

2. Setiap sesuatu yang tidak termasuk mengingat Allah, ia merupakan permainan yang sia-sia kecuali empat hal ; seorang lelaki berjalan di antara dua tujuan (untuk memanah), melatih berkuda, bermesraan dengan keluarga, dan mengajarinya berenang.(Hadis Riwayat At-Thabrani)

Kedua hadits diatas mengingatkan saya tentang pentingnya olahraga untuk kesehatan diri dan juga untuk diwariskan kepada anak-anak agar mereka mengerti pentingnya menjaga kesehatan dan hal yang penting pula ada olahraga-olahraga tersebut adalah sunnah dari nabi kita, Muhammad Saw.

Dari kedua hadits tersebut dapat kita petik bahwa nabi kita menganjurkan kita untuk mengajarkan anak-anak kita 3 (tiga) jenis olahraga yakni:

1. Berenang

2. Memanah

3. Berkuda

Dalam rangka mencoba mengamalkan tersebut, sabtu lalu saya mengajak si kakak, Liana untuk mencoba ‘mengenal’ air di salah satu kolam renang tak jauh dari rumah. Ternyata dia senang sekali.. ini gambarnya. Semoga nanti bisa belajar memanah dan juga berkuda. semoga saja..