0

Wanita Dunia Lebih Baik Lebih Baik dari Bidadari Surga

liluTentu sudah tahu gambaran bidadari surga, bening seperti mutiara ( al waqiah;23), baik-baik dan cantik jelita (arrahman;70), kelembutannya (asshoffat;49) tapiii ternyata semua itu kalah oleh wanita dunia.

“manakah yang lebih utama, wanita dunia atau bidadari yang bermata jeli??” Rasulullah berkata;”wanita-wanita dunia lebih utama dari bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak dengan apa yang tak tampak.”

“karena apa wanita dunia lebih utama dari mereka??” Beliau menjawab;”karena, SHOLAT, PUASA dan IBADAH mereka. sehingga Allah meletakkan CAHAYA diwajah mereka. tubuh mereka seperti KAIN SUTRA, kulitnya PUTIH BERSIH, pakaiannya berwarna HIJAU, perhiasannya KEKUNINGPKUNINGAN , sanggulnya MUTIARA, dan sisirnya terbuat dari EMAS.”

ternyataaa,…bidadari pun kalah dengan wanita dunia. maukah ukhti mengalahkan bidadari surga tersebut??

disarikan dari hikmah republika.

0

Untuk Murabbi-ku

Ustad,.. kau tahu betapa lemah imanku

kau tahu betapa mudah aku tergelincir, terjerembab dan terjatuh layu

dilembah futur

Ustad,..betapa mudah aku mencari alasan tuk tak datang ke majlis ilmumu

cuaca panas, hujan, pekerjaan hingga keluarga menjadi alasanku tuk tak mendatangimu

Aku tahu,..bukannya kau tak tahu

tapi kau slalu berusaha memahamiku, mengerti aku dan tetap dijalan dakwahmu

beraneka jamuan kau suguhkan

dari jamuan ilmu hingga ke jamuan perutku

tak pernahkah kau merasa menyesal??

tak pernahkah kau merasa takut maisyahmu habis sia-sia??

tak pernahkah kau ingin berhenti??

Ustad..bersitkan aku ghirah dakwahmu

percikkan aku keistiqomahanmu

ajarkan aku kedermawananmu

agar aku mampu…tegar di halaqahmu

agar aku mampu…melebihimu

demi akhiratku

0

Arti Pentingnya Sebuah Keyakinan

Alkisah, di sebuah desa terpencil, tinggallah seorang kakek bersama dengan keluarga besarnya. Desa tempat mereka tinggal itu terletak di antara dua gunung besar. Bila keluarga sang kakek itu hendak pergi ke desa lain, mereka harus berjalan kaki berhari-hari lamanya memutari gunung. Tentu itu sangat melelahkan dan menyita banyak waktu.

Suatu saat, sang kakek tua dengan pemikirannya yang lugu dan sederhana mengemukakan tekadnya. Ia mengajak segenap keluarganya untuk bahu-membahu memindahkan gunung. Pada hari yang telah ditentukan, keluarga sang kakek pun mulai menggali tanah lereng gunung. Hari demi hari dipenuhi dengan bekerja menggali-menggali dan menggali lereng gunung. Melihat kesibukan tersebut, beberapa hari kemudian para tetangga berdatangan. Salah seorang pemuda begitu penasaran dan bertanya pada si kakek.

“Kakek dan seluruh keluarga besar setiap hari terlihat begitu sibuk! Dari pagi sampai sore, menggali lereng gunung. Sebenarnya, apa maksud dan tujuan kakek?”

Si kakek menghentikan kerjanya. “Kami menggali untuk memindahkan gunung ini, Nak,” jawabnya mantap.

“Hah, memindahkan gunung?? Mana mungkin, Kek?!” tanya si pemuda tidak percaya.

“Gunung sebesar itu kok mau dipindahkan,” lanjutnya. “Kakek kan sudah tua. Saya yakin, sebelum gunung bisa dipindahkan, kakek pasti sudah meninggal lebih dulu. Dengan begitu, bukankah kakek mengerjakan sesuatu yang sia-sia belaka?”

Si kakek menjawab dengan lantang, “Kakek memang sudah tua. Tapi bila kakek meninggal, ada anak-anak yang meneruskan, ada cucu-cucu yang akan menggantikan, begitu seterusnya… Selama kami punya tekad, mau bekerja keras, penuh kesungguhan hati, dan konsisten, kakek yakin suatu hari kelak, gunung ini pasti bisa dipindahkan. Dan jalan kehidupan kita semua akan lebih mudah!”

Tekad si kakek dan keluarganya yang begitu kuat, menggoyahkan hati masyarakat sekitar situ. Maka, mereka pun berbondong-bondong bergantian, dengan peralatan yang seadanya, bahu membahu mulai ikut bersama-sama bekerja menggali lereng gunung itu.

Singkat cerita, hati para dewa di khayangan pun akhirnya tergerak ketika melihat tekad si kakek dan semangat warga desa. Kemudian, mereka sepakat membantu sang kakek untuk memindahkan gunung itu. Dan haaap, tangan para dewa sibuk melambai bekerja sama. Dalam sekejap, terjadilah keajaiban! Gunung pun berpindah tempat dan jalan terbentang luas menuju kemana pun masyarakat desa itu hendak pergi.

Netter yang luar biasa,

Di Tiongkok, kisah legenda ini terkenal dengan sebutan “Kisah si Kakek Bodoh Memindahkan Gunung.”

Walau cerita itu hanya sekadar legenda, namun pesan moral tentang kekuatan tekad dan kesungguhan hati ini sungguh luar biasa!! Kita tahu, kemajuan peradaban manusia tidak akan seperti sekarang, jika dunia ini tidak dihuni oleh manusia-manusia yang memiliki tekad seperti kakek tua tadi. Saat ini, tak terhitung jumlah penemuan baru dan teknologi modern sebagai karya-karya spektakuler dari manusia-manusia bertekad baja. Sulit dibayangkan, apa jadinya dunia ini jika tidak ada manusia-manusia yang memiliki cita-cita besar, tekad membaja, konsistensi, dan persistensi yang luar biasa.

Legenda di atas mengajarkan kepada kita, bahwa kemajuan pribadi-pribadi, kemajuan masyarakat, dan kemajuan sebuah bangsa sangat dipengaruhi oleh kekuatan tekad. Tekad merupakan sumber motivasi yang menggerakkan manusia menuju cita-citanya. Tekad merupakan kekayaan sekaligus modal bagi kemajuan dan kemakmuran. Bagi mereka yang memiliki tekad yang sangat kuat, tidak ada yang mustahil di dunia ini. Nothing is impossible under the sun.

Selama memiliki tekad, kesungguhan hati, keyakinan dan konsistensi, kita akan mampu mewujudkan apa yang kita cita-citakan.

Miliki tekad dan ciptakan apa yang tidak mungkin menjadi mungkin!
sumber : andriewongso.com