0

Tips Membuat Foto Jalan2 Keluarga Tidak Membosankan

Libur tlah tiba, libur tlah tiba…. gitu kata Tasya

Family_vacationNah, pastinya banyak dari kita yang sedang melaksanakan liburan bersama keluarga. Libur akhir tahun seperti sekarang ini. Ada yang ke pantai, ada yang ke gunung, atau ke tempat hiburan lain seperti Dufan, Taman Safari dll. Pastinya berharap liburan berkesan, untuk menambah liburannya agar berkesan dan juga menjadi kenang-kenangan yang tidak membosankan saat dilihat nanti di kemudian hari, berikut ada tips menarik untuk membuat foto jalan-jalan atau liburan keluarga kita menjadi unik dan tidak membosankan yang saya ambil dari detik.com. berikut tipsnya:

  1. Siapkan kamera yang tidak terlalu berat. Kamera poket tidak ada salahnya, kamera handphone juga boleh :).
  2. Biasanya pose ‘foto standar’ yakni berdiri sejajar dan mengumpul di tengah frame. Coba lakukan sedikit variasi dengan posisi menyebar dari ujung kiri frame sampai ujung kanan frame..
  3. Selain menghadap kamera, usahakan ada adegan lain antar anggota keluarga misalkan saling berbincang, saling bercanda atau gunakan gaya yang unik lainnya. Jangan lupa tersenyum. Supaya terkesan candid dan natural.
  4. Adegan santap kuliner juga menarik diabadikan. Semua anggota keluarga duduk mengelilingi meja makan tanpa harus melihat ke kamera. Perhatikan posisi duduk supaya tidak ada yang memunggungi lensa.
  5. Saat berfoto di depan objek wisata seperti patung atau bangunan, sebisa mungkin hindari posisi yang membuat keluarga Anda tampak kecil, sementara patung/bangunannya tampil dominan. Pastikan keluarga Anda bisa tampil setidaknya 1/3 frame, sementara sisanya untuk background.
  6. Perhatikan arah matahari. Kalau berlibur di negara tropis, pastikan foto-foto tidak dilakukan di siang hari/backlight karena menyebabkan wajah menjadi gelap. Waktu yang tepat untuk foto-foto dilakukan sebelum jam 10.00 dan sesudah jam 16.00 hingga matahari terbenam.
  7. Gunakan variasi angle sekreatif mungkin. Tidak perlu terus-terusan frontal dari depan, Anda dapat melakukan dengan low angle atau high angle. Sudut pemotretan dari atas dengan lensa lebar mampu menangkap suasana dengan baik.
  8. Gaya-gaya foto candid juga terlihat cantik untuk diambil. Perhatikan ekpresi kebahagiaan saat keluarga Anda menikmati liburan. Bila saat menjepret namun momen terlepas, jangan sungkan untuk meminta keluarga Anda mengulangi adegan tersebut. Sedikit skenario dan adegan ulang tidak ada salahnya.
  9. Jangan lupa memotret detail dari setiap tempat yang dikunjungi. Juga suasana lokasi wisata, apakah ramai atau sepi. Bila ada sajian kuliner yang ciamik, jangan lupa dipotret dulu.

Semoga bermanfaat dan selamat liburan….

 

Sumber : detik.com

0

Tentang Aqiqah

Tanggal 4 September 2011 lalu tepat 40 hari anak kami Luthfi menghirup segarnya udara dunia. Dihari itu kami sekeluarga bersama handai taulan mengadakan tasyakuran dalam rangka aqiqah Luthfi dengan memotong 2 ekor kambing.Mungkin diantara kita masih ada yang belum mengerti tentang makna aqiqah, oleh karena itu saya mau remind supaya lebih ingat lagi.

Makna Aqiqah

”Setiap anak itu tergadai dengan aqiqah (sebagai penebusnya) yang disembelih pada hari ketujuh sekaligus dinamai dan dicukur rambutnya pada waktu itu”. (HR. At-Tirmizi dan Hakim)

menurut bahasa aqiqah berarti memutus/memotong sedangkan menurut istilah syar’i sesuai dengan hadits diatas berarti menyembelih kambing untuk anak yang baru lahir di hari ke 7 dari kelahirannya.

Hukum Aqiqah

soal hukum, ternyata ulama-ulama fiqih masih belum sefaham soal hukum aqiqah, ada yang bilang wajib, sunnah muakkadah dan bahkan ada yang menolak aqiqah ini disyariatkan. kalau saya dan mungkin umat islam di indonesia yang mayoritas mengikuti pendapat imam syafi’i berkeyakinan bahwa aqiqah sunnah muakkadah jadi sangat dianjurkan untuk dilakukan.

Waktu Pelaksanaan Aqiqah

Imam Malik berkata: “Pada zhohirnya bahwa keterikatan pada hari ke 7 atas dasar anjuran, andaikan pada hari tiu belum bisa dilakukan maka sekiranya menyembelih pada hari ke 4 ke 8 ke 10 atau setelahnya aqiqah itu telah cukup. karena prinsip ajaran islam adalah memudahkan bukan menyulitkan sebagaimana firman Allah: “Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”.

Jadiii aqiqah pada dasarnya kapan saja boleh dilakukan namun diutamakan pada hari ke 7 kelahirannya.

Memberi Nama dan Mencukur Rambut

Sebaiknya berikanlah nama terbaik kepada anak yang telah lahir tersebut karena nama adalah doa orangtua kepada anaknya. soal nama sudah banyak literatur yang memberikan alternatif nama-nama islami yang perlu diketahui adalah Allah menyukai nama-nama seperti Abdullah, Abdul Rahman (yang menyatakan kehambaan kepada Allah), nama malaikat, nama nabi atau nama baik lainnya. sedangkan mencukur rambut, ini dilakukan atas dasar perintah Rasulullah kepada Fatimah putrinya: “Timbanglah rambut Husain dan bersedekahlah dengan berat rambut tersebut dengan perak dan berikanlah kaki aqiqah satu suku bangsa”. (HR Baihaqi dari Ali RA)

Sementara demikian dulu informasi dari saya tentang aqiqah. moga bermanfaat

 

0

Mendidik Anak (Jangan) dengan Dongeng

Oleh : Hesti Rahayu

“How do you expect kids to listen to their parents… Tarzan lives half naked, Cinderella comes back home at midnight, Pinocchio lies all the time, Aladdin is the king of thieves, Batman drives at 320 KM/h, Sleeping beauty is lazy, and Snow white lives with 7 guys. We shouldn’t be surprised when kids misbehave! They get it from their story books”. X_X

Pesan BBM itu terkirim dari seorang sahabat di kemarin sore di bulan April ini… Sejenak tertegun membacanya dan tersenyum-senyum sendiri (tapi itu reaksi yang wajar dan bukan gejala kegilaan lho)…he3

Aku terus berpikir…walo sekilas pesan itu hanya sebuah guyon, Tapi kupikir ini serius juga lho… Hmm…sepertinya bukan hanya dongeng2 ala Disney, Marvel Comics, ataupun 1001 malam itu yang kalo kita renungkan jalan cerita serta karakter tokoh2nya ternyata mengandung ajaran yang kurang bener – terutama bila dilihat dengan paradigma Islam… tapi, dongeng2 dari negeri kita sendiri -dongeng2 nusantara- ternyata banyak juga yang kurang bener… (Whaduuw gawaat…). Masaaak??

Coba aja simak :

1)      Kisah Ande2 Lumut & Yuyu Kangkang, ini adalah kisah yang sangat merendahkan perempuan karena perempuan dalam dongeng ini (Klenthing Abang dan Klenthing Ijo) harus bela2in memburu si pria (Ande2 Lumut), bahkan harus disertai dengan pengorbanan untuk rela dinodai Si Yuyu Kangkang ketika akan menyeberang sungai. Si Klenthing Kuning yang menjadi pemenang dalam cerita ini, walo suci bebas dr perkosaan Yuyu Kangkang, tetap bukanlah sosok yang ideal dan patut dicontoh karena meski perawan tapi Klenthing Kuning adalah gadis yang jorok(kemproh) hingga baunya seperti mbelek lencung (tahi ayam yang super bau). Wanita sholihah harusnya dapat menjaga kehormatan dan juga penampilan diri yang bersih menghindari najis.

2)      Kisah Jaka Tarub dan Dewi Nawang Wulan, juga bukan kisah yang pantas untuk dicontoh. Bagaimana mungkin seorang bidadari kahyangan yang suci, tetapi mandi sembarangan di tempat terbuka? Belum lagi baju yang diletakkan di sembarang tempat… pasti Dewi Nawangwulan ini seorang bidadari yang ceroboh. Sedangkan Jaka Tarub? Wah, maaf saja, barangkali dia seorang psychopengidap voyeurism (kelainan jiwa suka mengintip) sehingga dengan tega mengintip para bidadari mandi, bahkan mencuri bajunya…. (#teplok jidat#)

3)      Bawang Merah-Bawang Putih, juga kisah yang tidak kalah rusaknya. Selain membuat pencitraan bahwa “Ibu Tiri pasti Jahat”, kisah Bawang Putih yang mencuci baju di sungai hingga hanyut,menggambarkan seorang gadis yang jorok karena sungai jaman sekarang kan nggak ada yang bersih (Yee…itu kan konteks jaman dulu..) Iya, jaman dulu sungai masih bersih, tapi semua orang kan M-C-K (mandi-cuci-kakus) semua tumplek bleg di sungai itu…jorok dong. Belum lagi mencuci di sungai itu perbuatan yang merusak lingkungan hidup karena deterjennya ngga bisa diurai bakteri…. (Yee…jaman dulu belum ada deterjen…) Iya, tapi kalo Ibu Tiri itu kaya, kenapa juga ngga mbangun sumur di rumah? (semakin memberi citra buruk bahwa ibi tiri itu pelit)…

4)      Kisah Bandung Bandawasa dan Rara Jonggrang, kisah ini menggambarkan Rara Jonggrang yang super matre. Mestinya kalo memang tidak suka dengan seorang pria yang melamar, ungkapkan saja terus terang dan jangan memeberi harapan kosong… Akibatnya kan fatal, demi menuruti syarat dari Rara Jonggrang, Bandung Bandawasa sampai terjerumus perilaku syirik meminta bantuan para jin…

5)      Kisah Si Kancil Nyolong Timun.  Dari dulu kala kerjaannya kok hanya mencuri saja… Kapan Kancil jadi enterpreuner?

Naah…tergambar kan? Walau menurut sebagian pakar pendidikan, dongeng itu positif digunakan untuk membentuk kepribadian anak2 kita, tapi harus pilih2 dong, dongeng yang kayak apa dulu..?? Ya to. Alhasil, sungguh benar bila dalam pendidikan Islam, kisah (bukan dongeng) sejarah para Nabi dan Rasul serta kisah2 dalam Al Quran merupakan sumber terbaik yang wajib didengar anak2 kita menjelang tidur. Kisah2 itu bukan dongeng, tetapi  berdasar kenyataan  yang istimewanya, dapat berlaku sepanjang zaman… Coba aja…dan lihat apa yang terjadi…!! ^_^

Wallahu a’lam bishowab…

Sumber : http://www.facebook.com/note.php?note_id=1774785643883&comments