0

Alhamdulillah Sudah 7 Tahun (Sebuah Catatan Perjalanan Hidup)

Hari ini, Selasa 28 Oktober 2014 tepat 7 tahun usia pernikahan kami. Alhamdulillah suka duka selalu kami hadapi bersama, dari dihadapi hanya berdua kini dihadapi dengan 5 orang. hehehe. Kini, ada Si Kaka Liana (6 tahun), Si Abang Lufi (3 tahun), dan Si Ade Aufa (bentar lagi 2 tahun). Alhamdulillah semuanya sehat wal afiat. Si Kaka udah kelas 1 SDIT di Asshidiqiyah, ga jauh dari rumah. Hafalannya sudah banyak, dari Al Fatihah sampe Al Fiil plus An Nabaa yang sudah 21 ayat (sampe dengan hari ini) dari 40 ayat. Si Abang lagi seru-serunya di PAUD Melati, ga jauh dari rumah juga, pastinya klo si Abang lagi sekolah si Ade juga ikutan berangkat.

 

Bu Ima, begitu ibu dari anak-anakku dipanggil, tampak lebih gemuk sekarang, hehehe, itu artinya aku berhasil membahagiakan istriku tercinta. Klo mau instrospeksi pake balanced scorecard rasanya dalam kategori perspektif customer, perspektif proses internal business process, learning and growth, semua itu rasanya bernilai baik, hanya perspektif financial saja yang masih warna merah. hahaha… belum ada “sesuatu” yang bisa dibanggakan. yang jelas kami tak pernah berhenti berdoa, berusaha, dan berdoa lagi. mungkin Allah dan para malaikat-Nya masih senang mendengarkan doa-doa kami, doa si Kaka yang hampir tiap malam ingin rumah yang besar, kamar sendiri, sepeda yang besar dan mobil. Insyaa Allah tepat pada waktunya hal itu semua akan terpenuhi. aamiin.

 

28 Oktober 2007 – 28 Oktober 2014. Alhamdulillah, Terima Kasih Yaa Allah.

 

 

 

0

Keutamaan Sedekah Pada Keluarga

sedekah

Zainab istri Abdullah bin Mas’ud berkata: Bersabda Rasullullah s.a.w : “Bersedekahlah wahai kaum wanita walau dari perhiasanmu.” Maka saya kembali kepada suamiku berkata: “Engkau seorang yang tidak punya, dan Rasullullah menyuruh kami bersedekah, coba tanyakan kepadanya kalau boleh, saya bersedekah kepadamu, kalau tidak saya berikan kepada lain orang.” Berkata Abdullah : “Tanyakan sendiri.”

Maka pergilah Zainab, mendadak bertemu dengan seorang wanita dimuka pintu Rasulullah yang hajatnya bersamaan dengan Zainab. Maka Bilal keluar dan kami berkata: “Beritahukan kepada Rasulullah bahwa ada dua orang perempuan bertanya: Bolehkah bersedekah pada suami dan anak-anak yatim yang dipeliharanya, tetapi jangan diberitahu siapa kami.”

Maka Bilal masuk ke rumah Rasulullah menyampaikan hal yang ditanyakan kedua perempuan itu. Rasulullah bertanya, “Siapakah kedua perempuan itu?” Jawab Bilal: “Seorang perempuan Anshar, dan Zainab.” Tanya Nabi : “Zainab yang manakah?” Bilal menjawab: “Zainab istri Abdullah bin Mas’ud.”

Kemudian Rasulullah menyampaikan: “Bagi keduanya dua pahala, pahala sedekah dan pahala membantu keluarga (kerabat).”

(HR Bukhori Muslim)

*Dari kitab Riyadhus Sholihin, bab “Bakti Taat Kepada Kedua Orangtua dan Menghubungi Sanak Kerabat”

http://www.pkspiyungan.org/2014/09/keutamaan-shodaqoh-pada-keluarga.html

0

Belajar dari Pohon Pisang

pohon pisang

Iseng – Sudah lama tidak menulis di blog ini….. gak ada yang baca pula 🙂

Pagi ini mau iseng menulis tentang sebuah inspirasi dari pohon pisang yang ada didepan rumah. Aslinya pekarangan rumah itu kosong, hanya ada tanaman hias, puring dan sebagainya. Tapi kemudian Emak menanam 3 buah anak pohon pisang tanduk, itu sudah lama sekali sekitar 2 tahun lalu. Ternyata, sampai sekarang pohon pisang itu masih tetap ada hanya berbeda generasi saja. Setelah browsing sana sini ternyata:

  1. Pohon pisang itu berbuah hanya sekali lalu kemudian mati
  2. Sebelum mati pohon pisang selalu menyiapkan tunas-tunas baru sebagai penerus generasi

Fakta pertama mungkin akan menjadikan pohon pisang sebagai simbol kesetiaan, karena kata ‘sekali’ dan ‘mati’ itu, sementara fakta kedua mengajarkan saya agar selalu bersiap menyiapkan generasi-generasi sebagai pengganti diri, tak hanya dirumah (kepada anak) tetapi di tempat kerja, di kantor, di majlis, di kampus, kita harus melatih orang lain, memberikan ilmu pengetahuan (transfer knowledge) yang memadai agar mereka siap menggantikan posisi kita.

 

0

Wanita Dunia Lebih Baik Lebih Baik dari Bidadari Surga

liluTentu sudah tahu gambaran bidadari surga, bening seperti mutiara ( al waqiah;23), baik-baik dan cantik jelita (arrahman;70), kelembutannya (asshoffat;49) tapiii ternyata semua itu kalah oleh wanita dunia.

“manakah yang lebih utama, wanita dunia atau bidadari yang bermata jeli??” Rasulullah berkata;”wanita-wanita dunia lebih utama dari bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak dengan apa yang tak tampak.”

“karena apa wanita dunia lebih utama dari mereka??” Beliau menjawab;”karena, SHOLAT, PUASA dan IBADAH mereka. sehingga Allah meletakkan CAHAYA diwajah mereka. tubuh mereka seperti KAIN SUTRA, kulitnya PUTIH BERSIH, pakaiannya berwarna HIJAU, perhiasannya KEKUNINGPKUNINGAN , sanggulnya MUTIARA, dan sisirnya terbuat dari EMAS.”

ternyataaa,…bidadari pun kalah dengan wanita dunia. maukah ukhti mengalahkan bidadari surga tersebut??

disarikan dari hikmah republika.